Polres Sanggau Gelar Apel Pasukan Operasi Ketupat 2025, Siap Amankan Mudik Lebaran

Sanggau, jejakkriminal.net-

 Dalam rangka memastikan kesiapan pengamanan arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1446 H, Polres Sanggau menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2025 di halaman Mapolres Sanggau, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Beringin, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau.


Apel ini dipimpin langsung oleh Kapolres Sanggau, AKBP Suparno Candra Kusumah, S.H., S.I.K., selaku Inspektur Apel. Turut hadir Kasat Lantas Polres Sanggau AKP Risqi Ardian Eka Kurniawan, S.T.K., S.I.K., sebagai Perwira Apel, serta Kanit Kamsel Sat Lantas Polres Sanggau IPDA T.M. Pakpahan sebagai Komandan Apel.


Apel ini juga diikuti oleh berbagai unsur keamanan dan instansi terkait, di antaranya personel Polres Sanggau, Kodim 1204/Sanggau, Kompi Brimob Sanggau, Subdenpom XII/1-2 Sanggau, Satpol PP, Dinas Perhubungan, BPBD, Damkar, serta petugas pemadam kebakaran Kabupaten Sanggau.

Sinergi Pengamanan Mudik dan Idul Fitri

Dalam amanat Kapolri yang dibacakan oleh Kapolres Sanggau, disampaikan bahwa Operasi Ketupat 2025 merupakan bentuk komitmen Polri bersama TNI dan stakeholder terkait untuk mewujudkan mudik yang aman dan nyaman bagi masyarakat.


Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan RI, diperkirakan sekitar 146,48 juta orang akan melakukan perjalanan mudik tahun ini, atau sekitar 52% dari total populasi Indonesia. Angka ini berpotensi meningkat, mengingat tren mudik tahun sebelumnya selalu melebihi prediksi awal.


Pemerintah juga telah menetapkan kebijakan untuk mendukung kelancaran mudik, seperti diskon tarif tol, kebijakan work from anywhere, serta perpanjangan libur sekolah. Dengan kebijakan ini, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 28-30 Maret 2025, sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 5-7 April 2025.


Kesiapan Personel dan Pos Pengamanan

Polri bersama instansi terkait akan menggelar Operasi Ketupat 2025 dengan tagline “Mudik Aman, Keluarga Nyaman”. Operasi ini akan dilaksanakan mulai 23 Maret hingga 8 April 2025 untuk delapan Polda prioritas, serta 26 Maret hingga 8 April 2025 untuk 28 Polda lainnya.



Sebanyak 164.298 personel gabungan akan dikerahkan untuk mengamankan jalannya operasi. Mereka akan ditempatkan di 2.835 pos yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, terdiri dari:


1.738 pos pengamanan,


788 pos pelayanan,


309 pos terpadu sebagai pusat informasi dan layanan bagi pemudik.


Selain itu, sebanyak 126.736 titik objek pengamanan juga akan dijaga ketat, mencakup masjid, lokasi shalat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun, hingga bandara.


Strategi Pengamanan dan Rekayasa Lalu Lintas

Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan selama mudik, pemerintah telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) yang mengatur:


Pembatasan operasional angkutan barang,


Rekayasa lalu lintas,


Penyeberangan laut,


Penghentian sementara proyek konstruksi,


Pengalihfungsian sementara jembatan timbang sebagai tempat istirahat bagi pemudik.


Beberapa langkah rekayasa lalu lintas juga akan diterapkan berdasarkan pemantauan real-time dari CCTV dan laporan petugas di lapangan, di antaranya:


Ganjil-genap untuk mengurangi kepadatan kendaraan,


Contra flow dan one way system di jalur utama,


Delaying system dan buffer zone untuk mengatur keberangkatan kapal di pelabuhan penyeberangan.


Selain itu, kepolisian juga akan mengawasi distribusi bahan pokok dan BBM guna mencegah kelangkaan serta menindak tegas oknum yang melakukan penimbunan.


Pelayanan Humanis dan Responsif bagi Pemudik


Kapolres Sanggau menekankan bahwa selain menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas, personel di lapangan harus memberikan pelayanan yang humanis dan responsif kepada pemudik. Beberapa langkah yang akan dilakukan, antara lain:


Mengedukasi pengemudi untuk beristirahat guna menghindari microsleep,


Melakukan pemeriksaan kesehatan pengemudi dan kelayakan kendaraan,


Memastikan kesiapan rambu lalu lintas dan penerangan jalan di titik rawan kecelakaan,


Menyiagakan petugas di lokasi yang rawan kecelakaan dan kemacetan.


Selain itu, kepolisian juga akan mengoptimalkan strategi komunikasi publik dengan memastikan informasi terkait layanan mudik, rekayasa lalu lintas, dan keamanan dapat diakses oleh masyarakat melalui berbagai saluran media. Layanan darurat melalui hotline 110 juga dioptimalkan sebagai pusat pengaduan dan tanggap darurat.


Apresiasi dan Komitmen Polres Sanggau. Di akhir apel, Kapolres Sanggau menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel pengamanan yang terdiri dari unsur TNI-Polri, Kementerian terkait, BNPB, BMKG, Basarnas, Pertamina, Jasa Raharja, Jasa Marga, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Pramuka, serta mitra Kamtibmas lainnya yang turut mendukung Operasi Ketupat 2025.


"Dengan sinergi dan kesiapan yang matang, kami optimis Operasi Ketupat 2025 akan berjalan lancar, memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam merayakan Idul Fitri bersama keluarga," ujar Kapolres Sanggau.


Apel gelar pasukan ini ditutup dengan penyematan tanda operasi kepada perwakilan personel serta sesi foto bersama. Dengan semangat kebersamaan dan dedikasi tinggi, Polres Sanggau siap mengawal arus mudik agar berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.


Posting Komentar untuk " Polres Sanggau Gelar Apel Pasukan Operasi Ketupat 2025, Siap Amankan Mudik Lebaran"